Faktor Beban (Load Factor)
Embed This Widget
Add the script tag and a data attribute to embed this widget.
Embed via iframe for maximum compatibility.
<iframe src="https://planefyi.com/iframe/glossary/load-factor/" width="420" height="400" frameborder="0" style="border:0;border-radius:10px;max-width:100%" loading="lazy"></iframe>
Paste this URL in WordPress, Medium, or any oEmbed-compatible platform.
https://planefyi.com/glossary/load-factor/
Add a dynamic SVG badge to your README or docs.
[](https://planefyi.com/glossary/load-factor/)
Use the native HTML custom element.
Definition
Persentase kursi yang tersedia (atau kapasitas kargo) yang diisi penumpang atau kargo berbayar, metrik kunci profitabilitas maskapai.
Apa Itu Faktor Beban?
Dalam penerbangan komersial, faktor beban (juga disebut passenger load factor atau seat load factor) adalah persentase available seat-kilometers (ASK) yang ditempati oleh penumpang berbayar, dinyatakan sebagai persentase. Ini adalah metrik operasional paling penting dari profitabilitas maskapai.
Rumus
Faktor Beban = (Revenue Passenger Kilometers / Available Seat Kilometers) × 100%
Sebagai contoh, jika sebuah maskapai menerbangkan pesawat dengan 180 kursi pada rute sepanjang 1.000 km dan 153 kursi terisi, faktor bebannya adalah 85%.
Break-even Load Factor
Setiap penerbangan memiliki break-even load factor — persentase minimum kursi yang harus diisi agar penerbangan menutup biayanya. Maskapai berbiaya rendah biasanya memiliki break-even load factor sekitar 75-80%, sedangkan maskapai full-service mungkin membutuhkan 70-85% bergantung pada struktur tarif.
Tren Industri
Rata-rata industri penerbangan global telah bergerak dari sekitar 70% di tahun 1990-an ke lebih dari 85% saat ini, didorong oleh sistem manajemen yield yang lebih canggih dan tekanan kompetitif dari LCC.