Wing Loading
Embed This Widget
Add the script tag and a data attribute to embed this widget.
Embed via iframe for maximum compatibility.
<iframe src="https://planefyi.com/iframe/glossary/wing-loading/" width="420" height="400" frameborder="0" style="border:0;border-radius:10px;max-width:100%" loading="lazy"></iframe>
Paste this URL in WordPress, Medium, or any oEmbed-compatible platform.
https://planefyi.com/glossary/wing-loading/
Add a dynamic SVG badge to your README or docs.
[](https://planefyi.com/glossary/wing-loading/)
Use the native HTML custom element.
Definition
Rasio berat pesawat terhadap luas sayapnya, dinyatakan dalam kg/m² atau lb/ft², parameter desain kunci yang mempengaruhi kecepatan mendarat dan kemampuan manuver.
Apa Itu Wing Loading?
Wing loading adalah rasio berat kotor pesawat terhadap total luas sayap, dinyatakan dalam kilogram per meter persegi (kg/m²) atau pon per kaki persegi (lb/ft²). Ini adalah salah satu parameter paling fundamental dalam desain pesawat, secara langsung mempengaruhi karakteristik kinerja, handling, dan operasional.
Dampak Wing Loading Tinggi
- Kecepatan lepas landas dan mendarat lebih tinggi: Membutuhkan lebih banyak kecepatan udara untuk menghasilkan daya angkat yang cukup.
- Kinerja dalam turbulensi lebih baik: Penumpang merasakan lebih sedikit guncangan.
- Kecepatan jelajah lebih tinggi: Hambatan induksi lebih rendah pada kecepatan tinggi.
Dampak Wing Loading Rendah
- Kecepatan lepas landas dan mendarat lebih rendah: Cocok untuk landasan pacu pendek.
- Kecepatan stall lebih rendah: Lebih aman pada kecepatan rendah.
- Jarak lepas landas lebih pendek: Menghasilkan daya angkat lebih cepat.
Nilai Tipikal
Boeing 747-400 memiliki wing loading sekitar 740 kg/m², Boeing 737-800 sekitar 504 kg/m², dan Cessna 172 sekitar 130 kg/m².