Aircraft Systems

10

Technical encyclopedia of aircraft systems — from fly-by-wire flight controls to advanced avionics and emergency systems.

Sistem Start Mesin

Propulsion

Sistem pneumatik atau listrik yang memutar inti mesin ke RPM mandiri, biasanya menggunakan udara bleed APU, unit udara darat, atau starter-generator listrik.

Sistem Thrust Reverser

Propulsion

Mekanisme yang mengarahkan ulang gas buang mesin ke depan saat mendarat untuk membantu perlambatan, tersedia dalam tipe cascade, clamshell, atau target-door.

Sistem Bleed Air Mesin

Propulsion

Sistem yang mengekstrak udara bertekanan dari tahapan kompresor mesin untuk pressurization kabin, anti-icing, start mesin, dan pressurization reservoir hidrolik.

Sistem FADEC

Propulsion

Full Authority Digital Engine Control — sistem terkomputerisasi yang mengelola semua aspek kinerja mesin dari start hingga shutdown tanpa perlu override manual.

Sistem Bahan Bakar Pesawat

Propulsion

Sistem terintegrasi dari tangki, pompa, katup, dan jalur crossfeed yang menyimpan dan mengalirkan bahan bakar sambil mengelola pusat gravitasi melalui pengurutan bahan bakar.

Sistem Oli Mesin

Propulsion

Sirkuit pelumasan dan pendinginan yang mensirkulasikan oli sintetis melalui bearing mesin, gearbox, dan penggerak aksesori sambil menyaring kontaminan.

Deteksi dan Pemadaman Kebakaran Mesin

Propulsion

Sistem penginderaan loop ganda menggunakan detektor elemen kontinu di nacelle mesin dan ruang APU, dipasangkan dengan botol pemadam Halon/HFC.

Sistem Nacelle dan Inlet

Propulsion

Struktur aerodinamis yang menampung mesin, mengondisikan aliran udara, menyediakan peredam akustik, dan menampung thrust reverser serta proteksi kebakaran.

Auxiliary Power Unit (APU)

Propulsion

Mesin turbin kecil di bagian ekor yang menyediakan daya listrik dan udara pneumatik untuk start mesin dan operasi darat tanpa menjalankan mesin utama.

Sistem Pemantauan Getaran Mesin

Propulsion

Pemantauan real-time menggunakan akselerometer untuk mendeteksi getaran abnormal yang mengindikasikan keausan bearing, kerusakan blade, atau ketidakseimbangan rotor.